
Artikel ini mendiskusikan cara menghindari azab kubur. Email kami bila Anda merasa gelisah menghadapi azab kubur.
Tiga Macam Azab Kubur Menurut Hadits
Menurut Hadits Bukhari, Rasul Islam menyebutkan berbagai macam siksaan kubur sbb:

(2) “Orang-orang yang belajar Al-Quran namun pada malam harinya hanya tidur dan siang harinya tidak mau mengamalkannya akan dihantam kepalanya sampai pecah secara berulang-ulang hingga datang hari kiamat.”
(3) “Para pezina akan direbus dalam tungku mendidih tanpa henti sampai hari kiamat.
Apakah Anda punya teman yang takut siksa kubur? Bagaimana Anda menghiburnya yang mungkin mengalami depresi akibat membaca tiga hadits di atas? Karena kengerian siksa-siksa seperti itu, pasti semua Mukmin ingin menghindari siksa kubur, bukan?
Siksa Kubur Menurut Ajaran Injil
Seorang penjahat ketika tersalib di sebelah Isa Al-Masih, meminta, “Yesus [Isa], ingatlah akan saya bila Engkau memasuki Kerajaan-Mu.” Isa menjawab, “Hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus [surga].”
Maksud-Nya, sesaat sesudah meninggal, jiwa pengikut Isa Al-Masih berada dengan-Nya di surga (Injil, Lukas 23:42-43).
Rasul Besar Paulus dengan ilham Roh Allah menulis, “Kami . . . rela mati, sebab kami akan berada bersama-sama dengan Tuhan” (Injil, Surat II Korintus 5:8). Pengikut Isa Al-Masih, sesaat sesudah meninggal ada bersama dengan Tuhan di surga. Tidak mengalami kesengsaraan kubur.
Pengikut Isa Al-Masih jelas ingin hidup lama di dunia, tetapi juga rela meninggal. Ketika meninggal, dapat langsung bersama Tuhan di surga selama-lamanya. Ini memang jauh lebih baik (Injil, Surat Filipi 1:20-24). Jadi, menurut Injil, bagi pengikut Isa Al-Masih, tidak ada azab kubur!
Bagaimana Para Mukmin Menghindari Siksa Kubur?

Karena ayat seperti berikut para Mukmin sulit menghadapi kubur dengan rasa damai: “Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan” (Qs 19:71).
Bila pasti masuk neraka, sudah pasti pula tidak terhindar dari siksa kubur. Bagikan lewat email mengenai sikap Anda akan azab kubur.
Jalan Menghindari Azab Kubur Menurut Isa
“Datanglah kepada-Ku, hai kamu yang berlelah, letih lesu dan menanggung serta merasakan beban berat. Aku akan memberi kalian kelegaan (ketenangan, damai) dan kelepasan” (Injil, Rasul Matius 11:28).
Inilah satu doa untuk yang takut azab kubur: “Tuhan, saya takut siksa kubur. Janji Injil ialah Engkau, Isa, dapat melepaskan saya dari beban ketakutan ini dan memberi saya damai. Tuhan, karena pelepasan yang Engkau beri bagi saya di kayu salib, saya menerima Dikau sebagai Juruselamat pribadi saya dan meminta pelepasan dari takut siksa kubur. Saya berterima-kasih Isa, karena akibat doa tulus ini yang penuh iman kepada-Mu, saya akan langsung masuk surga saat meninggal! Amin.”
[Untuk masukan atau pertanyaan mengenai artikel ini, silakan mengirim email kepada Staff Takut Neraka.]
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf Takut Neraka berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Apakah bedanya akidah Injil dan akidah agama Islam akan siksa kubur? Akidah mana memberi hati yang damai?
- Mengapa ajaran Injil begitu tegas bahwa tidak ada azab kubur?
- Apakah mungkin Allah ingin menghilangkan ketakutan akan azab kubur dari hati kita? Mengapa demikian?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas atau ketakutan akan neraka maaf bila terpaksa kami hapus.
Ditulis oleh: Jason
Hawiyah, Jahim, Sagor, Ladho, Huthomah, Sa’ir, Jahannam – tujuh pintu neraka. Pintu pertama, Hawiya! Mengapa pintu ini ada? Menurut para Mukmin, siapakah yang melewati dan masuk ke tingkat neraka ini? Bagaimana menghindarinya?
Dari ayat ini para Mukmin yakin apinya sangat panas. Orang yang kurang kebaikan akan masuk neraka lewat pintu Hawiyah.
Aneh bukan, bahwa Isa memakai metafora “pintu” untuk diri-Nya sendiri? Ia berbuat demikian karena setiap insan selama hidup harus memilih “pintu” yang menentukan nasib kekalnya. 
s dan sungguh-sungguh
Bukankah Islam mengajarkan bahwa para Mukmin juga harus melewati jembatan sirat/neraka yang sangat panjang, gelap, dan sangat mengerikan? Mereka malah bisa jatuh ke dalam neraka itu.
Kitab Allah bersaksi bahwa ada Pribadi yang rela menggantikan hukuman dosa kita. “. . . Kristus [Isa Al-Masih] hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan . . . menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia” (Injil, Surat Ibraini 9:27-28).